foto:ist
BOJONEGORO,jawakini.my.id — Isu mengenai dihentikannya program angkutan gratis bagi pelajar di Kabupaten Bojonegoro pasca berakhirnya alokasi anggaran bulan November 2026 mendapat perhatian serius dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro. Dishub menegaskan bahwa program tersebut tidak dihentikan secara permanen, melainkan tengah memasuki tahap evaluasi akhir untuk penguatan pelaksanaan pada tahun anggaran 2027.
Sebelumnya, sejumlah wali murid mengeluhkan berakhirnya layanan angkutan gratis pada awal November 2026. Berakhirnya masa operasional layanan tersebut membuat para siswa kembali dikenakan tarif angkutan umum sebesar Rp8.000 per perjalanan. Di tengah kondisi perekonomian saat ini, pengeluaran harian tersebut dinilai menambah beban finansial keluarga.
Menanggapi keluhan masyarakat yang beredar terkait penghentian program oleh Kepala Daerah, Dinas Perhubungan Bojonegoro memberikan klarifikasi resmi.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro,Welly Fritama, S.STP., M.M..ketika dihubungi awak media ini.(6/11/2026) menyampaikan bahwa terdapat kekeliruan pemahaman mengenai status program tersebut di lapangan.
”Lebih tepatnya bukan dihentikan, tetapi jadwal pelaksanaan kegiatan Angkutan Pelajar Gratis (Apel Gratis) memang terintegrasi sampai dengan bulan November 2026,” tegas Kadishub Bojonegoro.
Ia menjelaskan, saat ini pihak Dishub sedang mengintensifkan evaluasi teknis serta turun langsung ke lembaga-lembaga sekolah pengguna fasilitas Angkutan Pelajar Gratis (Apel Gratis) untuk menyerap aspirasi dan data kebutuhan di lapangan.
”kami melakukan evaluasi dan koordinasi kembali secara langsung datang ke sekolah-sekolah yang memanfaatkan Apel Gratis. Ini dilakukan untuk penguatan perencanaan pelaksanaan Tahun 2027, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal sejak awal tahun 2027 mendatang,” pungkasnya.
Dengan adanya langkah evaluasi dan koordinasi ini, Pemkab Bojonegoro berharap skema baru Angkutan Pedesaan Gratis pada tahun 2027 nanti dapat menjangkau rute yang lebih efektif serta memberikan kepastian layanan transportasi yang aman dan efisien bagi para pelajar di Bojonegoro.(bg)

